Mahasiswa Geofisika Mengikuti GEOSPHERE 2019 di ITS Surabaya

Geoscience Atmosphere (GEOSPHERE) merupakan event yang diadakan oleh Departemen Teknik Geofisika (DTG), yang berada di bawah Fakultas Lingkungan dan Kebumian (FTLSK), Himpunan Mahasiswa Teknik Geofisika ITS (HMTG ITS) dan SEG (Society of Exploration Geophysiscs) SC ITS. Di tahun 2019 GEOSPHERE bertema Optimizing Youth Potential for Geoscientist Empowerment menyelenggarakan event lomba yang terdiri dari Olimpiade Kebumian, Paper Competition, Seismic Interpretation, City Tour, Gala Dinner dan National Seminar of Geoscience. Event ini berlangsung pada 31 Oktober – 2 November 2019 di Institut Teknologi Sepuluh November di Kota Surabaya, Jawa Timur. Diawali dengan pembukaan event yang dirangkaikan dengan National Seminar of Geoscience pada 31 Oktober 2019 di Core Hotel Bonnet Surabaya. Dengan tema Eksplorasi Geothermal Pada Revolusi Industri 4.0, kegiatan seminar tentang panas bumi dibawakan oleh Bapak Ali Mundakir selaku Direktur Utama PT Geothermal Energy dan Bapak Ontowiryo Alamsyah selaku Vice President Subsurface & Engineering Star Energy Geothermal Energy. Kegiatan seminar nasional ini mengupas tuntas tentang regulasi dan eksplorasi panas bumi di Indonesia.

SEG Unhas SC dalam pada event GEOSPHERE 2019 berhasil meloloskan 1 tim delegasi Paper Competition yaitu Hasanuddin Team. Tim ini terdiri dari 2 orang yakni mahasiswi geofisika angkatan 2017, Yusrin Annisa dan Mirnayani. Paper Competition adalah sebuah kompetisi untuk  Mahasiswa Kebumian di seluruh Indonesia maupun International yang mengangkat beberapa tema yaitu Geohazard Management and Mitigation, Unconventional and Renewable Energy dan Geoenterpreneur and Geoturism. Hasanuddin Team menjadi salah satu  diantara 10 tim finalis oral presentation,  yang diundang ke Surabaya, setelah melewati beberapa tahapan seleksi yaitu seleksi abstrak dan seleksi full paper. Dengan pilihan tema Geoenterpreneur and Geoturism, hasanuddin team menuliskan paper yang berjudul Peran Geoscientist Muda Dalam Mengoptimalkan Pengelolaan Geoturism Kompleks Tektonik Bantimala, Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Alasan mengapa dilakukan kajian mengenai Geoenterpreneur dan Geoturism, dikarenakan tema ini sangatlah menarik untuk dikaji namun jarang dibahas apalagi di wilayah Indonesia Timur. Ide ini menjadi salah satu hasil karya ilmiah hasil dari field trip Mata Kuliah Tektonik Indonesia yang dilakukan di Kompleks Tektonik Bantimala, Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkep pada bulan April 2019.

Proses tektonik yang terjadi di Kompleks Bantimala terdiri dari dua model, yaitu subduksi lempeng oseanik yang berlangsung sejak mesozoikum hingga tersier dan obduksi ofiolit di kala tersier hingga kuarter. Hal inilah yang menyebabkan kompleks tektonik Bantimala memiliki pesona kanampakan perlapisan batuan. Kondisi khas yang menjadi peluang bagi geoscientist muda untuk mengkaji dari aspek geotourism dan geoenterpreneur. Kedua aspek tersebut dikaji bertujuan untuk menganalisis bagaimana pengelolaan geowisata mampu mengoptimalkan potensi alam di Kompleks Tektonik Bantimala menjadi nilai tambah bagi kesejahteraan ekonomi.

Akhir event GEOSPHERE 2019 resmi ditutup pada Gala Dinner sekaligus pengumuman hasil semua lomba. Alhamdulillah, Hasanuddin team berhasil meraih best 5 of paper.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *